Reaksi Trader dari Gejolak Market Ada beberapa reaksi yang sering ditimbulkan masing-masing trader. Entah disengaja ataupun tidak, nam...
Reaksi Trader dari Gejolak Market
Ada beberapa reaksi yang sering ditimbulkan masing-masing trader. Entah disengaja ataupun tidak, namun banyak yang sering terjadi ketika mereka mendapat tekanan, kendala, dan rintangan dalam mencapai profit. Yang akan kita ulas dalam pembahasan kali ini adalah bagaimana reaksi Anda ketika selesai melakukan cut loss. Apakah merasa lega, frustasi, atau malah bingung? Nah masalah tersebut akan kita ungkap selanjutnya.
Karakter setiap trader pasti berbeda. Karena adanya perbedaan tersebut menjadikan ciri khas setiap pemain forex memiliki keistimewaan tersendiri. Di dalam transaksi pastilah banyak sekali kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Bahkan terkadang tidak disadari apa yang kita perbuat merupakan sebuah kesalahan. Biasanya suatu kesalahan akan terlihat setelah trader selesai melakukannya. Untuk mengetahui reaksi dari trader, berikut adalah beberapa bentuk reaksi setelah melakukan cutt loss transaksi :
Marah-MarahTipe ini biasanya diderita oleh mereka yang memiliki tempramen keras. Marah karena gagal mendapat profit yang sudah diinginkan. Marah tidak bisa menghasilkan keuntungan hari ini. Dan marah selalu mendapatkan kesalahan disetiap melakukan transaksi. Trader-trader yang seperti ini sering dialami oleh mereka yang tidak sabar dan ingin mendapatkan profit dengan cepat.
Ciri yang akan terlihat adalah mereka selalu menggunakan lot besar. Untuk menghindarinya, cobalah untuk menenangkan diri sendiri. Emosi Anda, tubuh Anda butuh rasa sabar dalam mendapatkan profit. Semakin marah dan emosi, semakin tidak stabil trading Anda.
Terburu-buruReaksi ini timbul ketika kita merasa takut. Kekhawatiran yang ada dalam diri lebih besar dari pandangan bahwa market akan bergerak liar dan membuat balance merugi banyak. Akhirnya Anda dapat segera melakukan aksi cut loss. Seandainya Anda sedikit lebih sabar dan lebih tenang mungkin kejadikan seperti ini tidak akan terulang kembali.
Solusinya adalah atasi ketakutan tersebut. Buanglah jauh-jauh kekhawatiran yang selalu terjadi, toh market tidak seburuk yang dibayangkan. Ketakutan muncul ketika Anda tidak tahu arah trend maupun pergerakan saat ini. Untuk itu perbaiki sistem Anda, jalankan management risiko yang baik. Setelah perbaikan sistem dilakukan maka tidak ditemukan lagi cut loss secara terburu-buru.
PasrahAda yang bilang begini : “akhirnya saya cut loss hari ini, mungkin profit belum berpihak pada diri saya”. Atau ada yang bilang : “memang takdir belum mengijinkan profit berada di pihakku”. Sebetulnya yang mereka katakan adalah rasa putus asa. Rasa frustasi yang diluapkan dengan perasaan yang gelisah.
Dengan menggunakan kata-kata tersebut, memang trader akan terhibur dengan perkataan sendiri. Tapi dengan berkata seperti itu, kesalahan pasti akan terulang kembali. Belajarlah dari orang lain, liat transaksinya, perhatikan apa yang dilakukan oleh trader lainnya.
Inti dari itu semua berusahalah untuk mengakui setiap kesalahan yang kita lakukan. Jangan ada yang ditutup-tutupi dengan menghibur diri. Akuilah, dan pelajari dari kesalahan Anda tersebut tanpa ada rasa putus asa.
KesimpulanBanyak trader yang selesai melakukan cutt loss atau terkena stop losss merasa sedih, gembira, dilema, senang, kecewa, bahagia, biasa, ataupun frustasi. Semua itu karena emosi Anda yang tidak terkontrol dan tidak mau mengakui dari kesalahan transaksi. Belajarlah dari kesalahan, dan jangan lakukan kesalahan-kesalahan tersebut kembali. Trading tidak menuntut transaksi selalu benar, namun menuntut akun Anda terus berkembang.
COMMENTS