Memang suatu hal yang wajar jika pada saat kita berusaha mengenalkan satu hal yang baru, kita akan cenderung untuk mengemukakan sisi ...
Memang suatu hal yang wajar jika pada saat
kita berusaha mengenalkan satu hal yang baru, kita akan cenderung untuk
mengemukakan sisi baik dan cenderung “menyembunyikan” sisi negatifnya. Mungkin
pihak yang mengenalkan bukan bermaksud berbohong sih hanya saja maksudnya
supaya orang gak layu sebelum berkembang alias putus asa sebelum mencoba,
maksudnya?
Sebenernya sih, kalo saya pribadi kok
kurang setuju dengan cara pengenalan seperti itu. Saya lebih cenderung untuk
mengenalkan sesuatu secara utuh, apa adanya, baik sisi positif maupun sisi
negatifnya. Malahan, menurut saya sih, mendingan sekalian tau buruk-buruknya,
supaya gak kaget kalo sewaktu-waktu liat yang buruk itu. Lah kalo hal baiknya
sih… justru gak masalah. Toh kayaknya semua orang selalu “siap” untuk dapet
yang baiknya yah, Bener gak sih?
Nah, sehubungan dengan niat mengenalkan
dari secara utuh baik dari sisi baik maupun sisi buruknya inilah saya mencoba
menulis artikel ini. Bagi anda yang sedang bersemangat ’45 untuk nyemplung di
dunia forex trading, bukan maksud saya untuk mematahkan semangat anda. Sungguh!
Saya cuma mencoba memberikan gambaran
tentang sisi “buruk” yang mungkin belum dikemukakan oleh siapapun yang
memperkenalkan forex trading ini kepada anda. Harapan
saya, dengan mengenal sisi buruknya, anda akan lebih siap mental dalam
menghadapi pertarungan di market yang kejam.
Ok, mari kita tengok hal-hal yang cenderung disembunyikan
tentang forex trading ini:
·
Anda
tidak akan menjadi kaya mendadak dengan trading. Ok, mungkin kesempatan mengeruk keuntungan
adalah hal utama yang membuat orang berbondong-bondong mencoba peruntungan di
forex trading ini. Mungkin juga anda (terlalu) sering mendengar kisah manis
dari trader yang berhasil memperoleh profit yang terkadang lumayan
mencengangkan untuk ukuran investasi. Tapi jika anda berharap menjadi kaya
mendadak dengan menjadi trader… yah, dengan berat hati saya nyatakan kepada
anda: hal itu tdak akan terjadi. Tentu saja, menjadi trader berarti kita
mempunyai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari hasil trade kita.
Akan tetapi harap diingat, perolehan profit yang stabil tidak akan bisa dicapai
dalam waktu yang singkat.
·
Leverage
berarti resiko. Memang salah satu keunggulan forex
trading adalah adanya leverage yang bisa meningkatkan kekuatan transaksi kita
sebagai trader. Namun harap diwaspadai juga bahwa semakin tinggi leverage,
semakin tinggi juga resiko. Itulah sebabnya dikatakan bahwa leverage itu ibarat
pedang bermata dua. Di satu sisi meningkatkan kekuatan transaksi, namun di sisi
lain juga meningkatkan resiko.
·
Demo
account adalah sahabat yang terbaik. Banyak
trader yang merasa bahwa trading di demo account adalah sia-sia atau malahan
gengsi meggunakan demo account. Padahal, menurut saya, bahkan trader sekelas
master pun masih memerlukan demo account untuk mengetest suatu trading system
sebelum diterapkan di account riil. Meskipun modal anda berlimpah, bagaimanapun
menanggung resiko yang tidak perlu adalah tindakan yang kurang cerdas bagi
seorang investor bukan?
·
Banyak
broker forex yang scam. “Curigai” broker anda sebelum terbukti
bahwa broker tersebut jujur. Hehehe… maaf bagi temen trader yang sekaligus
menjadi IB broker yah. Kenyataannya memang banyak broker forex yang scam. Jadi,
gak ada salahnya selalu waspada dan berhati-hati untuk memilih broker tempat
kita akan bertrading.
·
Anda
akan kehilangan uang di forex trading. Wah,
kelihatannya kok serem yah? Eh, tapi inilah kenyataannya. Tidak mungkin
anda selalu mendapatkan profit dari setiap posisi yang anda ambil. Jadi,
siapkan mental untuk menghadapi kerugian yang akan anda alami.
·
Forex
tidak cocok untuk semua orang.
Seringkali dikesankan bahwa forex trading itu bisa dilakukan oleh siapa saja
sehingga semua orang dianggap cocok untuk menjadi trader forex. Ehm, di sini
saya lebih senang berterus terang bahwa tidak semua orang cocok untuk menjadi
trader. Untuk menjadi trader (yang baik), dibutuhkan kriteria berdasarkan
karakteristik kepribadian dan kemampuan tertentu, yang tidak semua orang sesuai
dengan kriteria tersebut. Jadi, tidak usah menyalahkan diri sendiri seandainya
anda memang merasa bahwa forex trading ini tidak cocok untuk anda. Toh masih
banyak kok kesempatan usaha atau mungkin juga profesi yang bisa anda tekuni.
Gak seru juga kayaknya kalo semua orang menjadi trader forex. Bisa-bisa setiap
menjelang NFP jalan-jalan menjadi sepi gara-gara semua orang siap-siap open
posistion tuh.
Hal-hal yang saya sebutkan di atas adalah
hal-hal yang seringkali (entah sengaja atau tidak sengaja) “disembunyikan”
terhadap calon trader. Nah, semoga dengan uraian singkat di atas, anda bisa
lebih menyadari apa yang akan anda hadapi begitu anda memutuskan untuk menjadi
forex trading, sehingga anda akan menjadi trader yang lebih tahan banting

COMMENTS