Setiap trader pasti mempunyai trik-trik dan pemahaman sendiri tentang pergerakan market forex. Tapi pada dasarnya ane simpulkan hanya ada 2 ...
Setiap trader pasti mempunyai trik-trik dan pemahaman sendiri tentang pergerakan market forex. Tapi pada dasarnya ane simpulkan hanya ada 2 golongan dari semua trik itu. Yang pertama tipe orang yang meraup keuntungan dengan menggunakan lot, dan yang kedua menggunakan Pips.
Tapi pada dasarnya Tujuannya sama saja.
Cara setting MA.
1. Buka chart baru pair curency yang BUKAN berakhiran JPY (pair yang memiliki spread tinggi), seperti EU, GU, NZDUSD, USDCHF dll
2. pada TF H1, Tambahkan indikator Moving Average dengan setting sebagai berikut.
Setting 4 digit
Parameter : period: 75, Shift : 0, MA method: simple, Apply to: hight.
Level: add: 75, 100, 125, 150, 160, 170, 180, 190, 200; -75, -100, -125, -150, -160, -170, -180, -190, -200.
Setting 5 digit
Parameter : period: 75, Shift : 0, MA method: simple, Apply to: hight.
Level: add: 750, 1000, 1250, 1500, 1600, 1700, 1800, 1900, 2000; -750, -1000, -1250, -1500, -1600, -1700, -1800, -1900, -2000.
Jika kita perhatikan maka kita sudah bisa tahu jika di situ sudah ada area-area tersendiri.
Atas Buy, artinya saat itu trend adalah buy dan bawah adalah area Sell.
Untuk sedikit penjelasannya sudah saya coba sedikit tambahkan keterangan seperti dibawah ini.
Rulenya sangat sederhana..
Yaitu kita hanya OP saat price menyentuh benang-benang MA secara berlawanan...
Sistem ini juga sangat cocok untuk pecinta martiangle..
Bisa untuk main short dan long...
Yang perlu kita perhatikan hanyalah tingkat pergerakan market.
Jika kondisi market sedang lemah atau sideway, saat harga sudah menyentuh benang pertama, maka kita sudah bisa melakukan OP.... Jika pergerakan medium, disarankan untuk melakukan OP setelah harga menyentuh benang ke 3. Jika saat pergerakan tinggi seperti atau ada news, lakukan OP setelah harga minimal menyentuh benang ke 4..
Didalam trik ini sudah mencakup beberapa hal yang bisa di simpulkan:
1. Range: sebesar 400 pips untuk total keseluruhan.... sementara untuk pair2 standard hanya sekitar 300 pips...
2. dari satu benang ke benang yang lain, sudah mempunyai ukuran pasti, sehingga kita tidak perlu mengukur satu2 untuk mengetahui berapa pips kah harga sudah berjalan....
Sebagai contoh dalam waktu satu hari atau ada news, terjadi pergerakan naik dari benang 1 bawah ke benang 1 atas, tanpa harus mengukur semua candle maka kita secara otomatis sudah tahu kalau pergerakan sudah mencapai 100 pips.. (***titik 0 ke titik 1 = 50pips, titik 1 bawah berjalan ke titik 0 = 50 pips + titik 0 ke titik atas = 50 pips, total = 100 pips sudah terlewati....)
Nah, karena hari itu memang sudah di perkirakan harga akan mempunyai pergerakan yang sangat tinggi dan biasanya pergerakan bisa mencapai lebih dari 100 pips - 200pips, maka masih ada kemungkinan untuk terus berlanjut, sehingga kita tunggu sampai ke benang ke empat... yang artinya = naik 100 pips lagi...
Secara logika, mungkin gak dia untuk hari itu akan naik lagi??
memang yang namanya kemungkinan selalu ada, tapi sepanjang sejarah dan sepengetahuan saya, belum pernah terjadi harga hanya terus naik sampai 200 pips tanpa ada konfirmasi sebesar 10pips... Minimal2 30 - 50 pips pasti terjadi hngga dia terus naik untuk melewati harga yang terakhir di capai....
3. Bisa langsung di jadikan support dan resisten
dan masih banyak lagi yang lain jika kita gali lebih dalam tentang trik ini....
Sebagai contoh, jika kondisi sideway terjadi di benang pertama atas kemudian dia turun jauh sampai ke benang pertama bawah, itu artinya market hari itu sudah bergerak turun sejauh lebih dari 100 pips.. Secara logika hampir tidak mungkin dia akan langsung turun ke benang ke 4...
Pasti akan terjadi konfirmasi... Memang hal itu tidak mustahil... Tetapi sepanjang saya menggunakan trik ini, kejadian itu hanya pernah terjadi di pair yang berakhiran JPY.... Oleh sebab itu pula saya sudah menekankan kalau trik ini sejauh ini bisa berhasil hanya di PAIR CURENCY yang BUKAN berakhiran JPY...
Sementara untuk mengetahui pergerakan lemah dan tidaknya kondisi market, semua trader pasti bisa merasakan itu. Cara yang paling sederhana bisa dengan mengukur ukuran rata-rata candle terbesar pada TF h1... Jika ukuran kekuatan mother candle hanya kisaran 25 - 40 pips masih bisa di kategorikan itu pergerakan masih lemah... Jika ukuran mother candle mulai meningkat dari 35 sampai 65 pips itu bisa dikategorikan sebagai medium. Dan jika sudah terbentuk candle dengan ukuran lebih dari 65 hingga lebih dari 100 pips itu bisa di kategorikan dengan tinggi... biasanya ini juga di pengaruhi oleh news....
Tapi pada dasarnya Tujuannya sama saja.
Dipostingan ini saya coba untuk meluangkan sedikit strategi yang sudah saya uji tingkat keberhasilannya. Sistem ini saya beri nama MA 75 break out level. Coba perhatikan gambar di bawah ini.
Cara setting MA.
1. Buka chart baru pair curency yang BUKAN berakhiran JPY (pair yang memiliki spread tinggi), seperti EU, GU, NZDUSD, USDCHF dll
2. pada TF H1, Tambahkan indikator Moving Average dengan setting sebagai berikut.
Setting 4 digit
Parameter : period: 75, Shift : 0, MA method: simple, Apply to: hight.
Level: add: 75, 100, 125, 150, 160, 170, 180, 190, 200; -75, -100, -125, -150, -160, -170, -180, -190, -200.
Setting 5 digit
Parameter : period: 75, Shift : 0, MA method: simple, Apply to: hight.
Level: add: 750, 1000, 1250, 1500, 1600, 1700, 1800, 1900, 2000; -750, -1000, -1250, -1500, -1600, -1700, -1800, -1900, -2000.
Jika kita perhatikan maka kita sudah bisa tahu jika di situ sudah ada area-area tersendiri.
Atas Buy, artinya saat itu trend adalah buy dan bawah adalah area Sell.
Untuk sedikit penjelasannya sudah saya coba sedikit tambahkan keterangan seperti dibawah ini.
Rulenya sangat sederhana..
Yaitu kita hanya OP saat price menyentuh benang-benang MA secara berlawanan...
Sistem ini juga sangat cocok untuk pecinta martiangle..
Bisa untuk main short dan long...
Yang perlu kita perhatikan hanyalah tingkat pergerakan market.
Jika kondisi market sedang lemah atau sideway, saat harga sudah menyentuh benang pertama, maka kita sudah bisa melakukan OP.... Jika pergerakan medium, disarankan untuk melakukan OP setelah harga menyentuh benang ke 3. Jika saat pergerakan tinggi seperti atau ada news, lakukan OP setelah harga minimal menyentuh benang ke 4..
Didalam trik ini sudah mencakup beberapa hal yang bisa di simpulkan:
1. Range: sebesar 400 pips untuk total keseluruhan.... sementara untuk pair2 standard hanya sekitar 300 pips...
2. dari satu benang ke benang yang lain, sudah mempunyai ukuran pasti, sehingga kita tidak perlu mengukur satu2 untuk mengetahui berapa pips kah harga sudah berjalan....
Sebagai contoh dalam waktu satu hari atau ada news, terjadi pergerakan naik dari benang 1 bawah ke benang 1 atas, tanpa harus mengukur semua candle maka kita secara otomatis sudah tahu kalau pergerakan sudah mencapai 100 pips.. (***titik 0 ke titik 1 = 50pips, titik 1 bawah berjalan ke titik 0 = 50 pips + titik 0 ke titik atas = 50 pips, total = 100 pips sudah terlewati....)
Nah, karena hari itu memang sudah di perkirakan harga akan mempunyai pergerakan yang sangat tinggi dan biasanya pergerakan bisa mencapai lebih dari 100 pips - 200pips, maka masih ada kemungkinan untuk terus berlanjut, sehingga kita tunggu sampai ke benang ke empat... yang artinya = naik 100 pips lagi...
Secara logika, mungkin gak dia untuk hari itu akan naik lagi??
memang yang namanya kemungkinan selalu ada, tapi sepanjang sejarah dan sepengetahuan saya, belum pernah terjadi harga hanya terus naik sampai 200 pips tanpa ada konfirmasi sebesar 10pips... Minimal2 30 - 50 pips pasti terjadi hngga dia terus naik untuk melewati harga yang terakhir di capai....
3. Bisa langsung di jadikan support dan resisten
dan masih banyak lagi yang lain jika kita gali lebih dalam tentang trik ini....
Sebagai contoh, jika kondisi sideway terjadi di benang pertama atas kemudian dia turun jauh sampai ke benang pertama bawah, itu artinya market hari itu sudah bergerak turun sejauh lebih dari 100 pips.. Secara logika hampir tidak mungkin dia akan langsung turun ke benang ke 4...
Pasti akan terjadi konfirmasi... Memang hal itu tidak mustahil... Tetapi sepanjang saya menggunakan trik ini, kejadian itu hanya pernah terjadi di pair yang berakhiran JPY.... Oleh sebab itu pula saya sudah menekankan kalau trik ini sejauh ini bisa berhasil hanya di PAIR CURENCY yang BUKAN berakhiran JPY...
Sementara untuk mengetahui pergerakan lemah dan tidaknya kondisi market, semua trader pasti bisa merasakan itu. Cara yang paling sederhana bisa dengan mengukur ukuran rata-rata candle terbesar pada TF h1... Jika ukuran kekuatan mother candle hanya kisaran 25 - 40 pips masih bisa di kategorikan itu pergerakan masih lemah... Jika ukuran mother candle mulai meningkat dari 35 sampai 65 pips itu bisa dikategorikan sebagai medium. Dan jika sudah terbentuk candle dengan ukuran lebih dari 65 hingga lebih dari 100 pips itu bisa di kategorikan dengan tinggi... biasanya ini juga di pengaruhi oleh news....
Semoga bermanfaat..


COMMENTS